Minggu, 16 Oktober 2011

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Metode Pembelajaran Pakem


Menurut Budimansyah dkk (2009:93) hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran pakem adalah sebagai berikut :
a.       Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tau dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia selama mereka normal terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi perkembanagan sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupukan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi perkembangannya kedua sifat, anugerah tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajara yang subur seperti yang dimaksud. 
b.      Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tuor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi obtimal, 
c.       Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan mengelesaikan tugas dengan bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mera unutk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
d.      Mengembangkan kremampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampun    memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari ingin tau dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertranyan yang dimulai dengan kata-kata “apa yang terjadi jika ...” lebih baik dari pada yang dimulai dengan kata-kata “apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban yang betul hanya satu)  
e.       Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekejaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memutifasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, keterangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.   
f.        Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa keruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkunagn dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan,berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.  
g.       Memberikan umpan balik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Motu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan dari pada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberika komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa dari pada hanya sekedar angka.
h.       Membedakan antara aktif fisikal dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apa lagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa dudukm saling berhadapan. Keadan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih di inginkan dari pada aktif fisikal.sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupaka tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelehkan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan pengebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan PAKEM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar